Articles

Religion is … (Agama adalah …)

In agama on 21 Agustus by Prof. Idiot Ditandai: ,

Religion is to do right. It is to love, it is to serve, it is to think, it is to be humble.
(Agama adalah berbuat baik. Agama itu mencintai, melayani, berpikir, dan rendah hati.)

Ralph Waldo Emerson

Articles

Suka Pakai Twitter? Follow Me!!

In blog on 20 Agustus by Prof. Idiot Ditandai: ,

  • Mari bercinta dengan ilmucinta yang menyegarkan jiwa-raga
  • Mau mengikuti agama yang pasti benar? Pilihlah agamauniversal
  • Dengan imantakwa, selamatkan Islam dari ekstremisme
  • Di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Follow me: muhshodiq

Articles

:( Kesedihanku karena disalahpahami

In agama yang benar, pengetahuan, pengambilan kesimpulan on 9 Agustus by Prof. Idiot Ditandai: ,

😦 Aku saat ini merasa sedih… Maksud hati mau cari tahu dengan tanya2 tentang makna ayat2 Qur’an kepada orang yang kuanggap lebih tahu, apa daya.. aku malah dianggap meng-olok2 & me-rong2 agama kita. Aku jadi merindukan masa2 kuliahku di IAIN Jogja dulu. Saat itu, para mahasiswa bisa bertanya dengan se-polos2nya, dan sang dosen mau mendengar (dan menjawab) dengan penuh kesabaran.

Pertanyaan yang menurutku terpenting saat ini adalah: Mampukah manusia memahami firman Tuhan? Kalau manusia tidak mampu memahami, mengapa Tuhan menurunkan kitab suciNya? Kalau manusia mampu memahami firmanNya, mengapa ada banyak pemahaman? Mana yang Benar? Terhadap pertanyaan semacam itu, aku menjumpai sebuah jawaban yang menarik sebagai berikut: Kenapa Al-Qur'an tidak jelas sistematikanya? … Baca Lebih Lanjut

Articles

Pencari Kebenaran Agama Yang Jujur

In agama, kebenaran agama on 8 Agustus by Prof. Idiot Ditandai: , ,

Kalau jujur, ulama yang paling alim pun mengatakan, “Allah sajalah yang Mahatahu (lebih tahu).” Karena merasa tidak tahu, ia pun terus belajar, sehingga makin alim. Namun orang bodoh akan membohongi diri dengan berkeyakinan, “Aku lebih tahu daripada orang lain bahwa inilah yang benar dan itulah yang salah.” Karena merasa tahu, ia pun tak mau belajar lagi, sehingga makin bodoh. Inilah kesimpulanku dari tanya jawab berikut ini.

SAYA punya pertanyaan yang dari dulu selalu bernaung dipikiran saya. Pertanyaan tersebut adalah mengapa sejak dulu tidak ada Nabi yang berasal dari para ‘pemuka agama’. Kita mengetahui bahwa umumnya para Nabi berasal dari orang-orang biasa. Maksud “biasa” disini bagi saya adalah mereka bukan dari para pemuka agama yang berkutat dengan keagamaan dalam kehidupannya sehari-hari. Contohnya Nabi Musa adalah seorang raja, Nabi Isa adalah seorang pengembala domba, Nabi Yusuf adalah seorang budak yang kemudian menjadi raja. Nabi Muhammad SAW adalah seorang pedagang.

Apa yang salah dari para pemuka agama yang hidup di jaman kenabian sehingga tidak ada yang dipilih menjadi Nabi? apakah karena para pemuka agama sangat yakin dengan apa yang dipegangnya sehingga ia merasa tidak perlu lagi mencari kebenaran? Apakah karena diri mereka sudah “penuh” sehingga tidak ada celah untuk pencerahan?

Berbeda dengan para Nabi yang kehausan akan jati dirinya. Nabi Ibrahim menyendiri dibukit Thur untuk mencari Tuhan-Nya, Nabi Musa menyendiri di Gunung Sinai untuk mencari Tuhan-Nya, begitu juga dengan Nabi Muhammad SAW yang berdiam di Gua Hira.

Pertanyaan diatas juga membawa saya pada pertanyaan baru, yaitu pola seperti apa yang baik dalam beragama? apakah seperti Para Nabi yang walaupun tidak begitu terikat pada dogma agama tetapi Mereka selalu mencari dan mencari arti dari segala sesuatu sehingga menghantarkan Mereka menuju Pencerahan. Atau apakah seperti para pemuka agama yang begitu kuat dan yakin bahwa mereka sudah dalam kebenaran sehingga tidak perlu lagi mencari kebenaran.

Wassalaam,

–Dimas Tandayu–

Jawaban Herry Mardian:

Read More »

Articles

Mimpi Yang Paling Religius

In renungan, tidur, pengetahuan, pengamalan ilmu, mimpi, religius on 5 Agustus by Prof. Idiot Ditandai: ,

Nasrudin sedang dalam perjalanan dengan pastur dan yogi. Pada hari kesekian, bekal mereka tinggal sepotong kecil roti. Masing-masing merasa berhak memakan roti itu. Setelah debat seru, akhirnya mereka bersepakat memberikan roti itu kepada yang malam itu memperoleh mimpi paling religius. Maka tidurlah mereka.

Pagi harinya, saat bangun, pastur bercerita: “Aku bermimpi melihat kristus membuat tanda salib. Itu adalah tanda yang istimewa sekali.”

Yogi menukas, “Itu memang istimewa. Tapi aku bermimpi melakukan perjalanan ke nirwana, dan menemui tempat paling damai.”

Nasrudin berkata, “Aku bermimpi sedang kelaparan di tengah gurun, dan tampak bayangan nabi Khidir bersabda ‘Kalau engkau lapar, makanlah roti itu.’ Jadi, aku langsung bangun dan memakan roti itu saat itu juga.”

Articles

Kisah seorang idola yang mengejar seorang perempuan

In pengetahuan, pengambilan kesimpulan, perempuan, idola, pengamat on 4 Agustus by Prof. Idiot Ditandai: ,

wanita berlariSuatu hari, si Fulan melihat idolanya mengejar seorang perempuan. Tiba-tiba seorang perempuan lainnya melintas di depannya. Lalu ia pun mengejar si perempuan.

Melihat itu, seorang pengamat merasa geram. “Mengejar perempuan? Menjijikkan!”

Lantas sang pengamat menemui si Fulan dan bertanya: “Mengapa kau mengejar perempuan itu? Apa kau tidak tahu bahwa perilaku seperti itu menjijikkan?”

Si Fulan: “Itu tidak menjijikkan. Saya mengejar perempuan itu karena meniru idola saya. Saya telah melihat dia mengejar seorang perempuan. Perilaku idola tidak mungkin menjijikkan.”

Sang pengamat merasa geram. Ia tidak sepaham. Dia merasa heran mengapa seorang idola mengejar seorang perempuan. Baginya, bila perbuatan menjijikkan dilakukan oleh seorang idola, maka sang idola itu sebenarnya tidak pantas menjadi idola.

Sesaat kemudian, sang pengamat bertemu dengan sang idola. Karena merasa geram, tanpa basa-basi ia berkata, “Anda tidak pantas jadi idola.”

Sang idola merasa heran. Ia bertanya, “Mengapa Anda berkata begitu?”

Read More »

Articles

Inilah PENGGANTI ISLAM sebagai Agama Menurut Al-Qur’an!

In agama, kebenaran agama on 3 Agustus by Prof. Idiot Ditandai:

Saran untuk “kembali ke Alquran” ternyata membawaku menuju suatu hasil yang DI LUAR DUGAAN. Mau tahu? Silakan simak artikel di bawah ini:

Karena kecewa menyaksikan orang-orang muslim yang menurutku kurang islami, aku mempertanyakan “Manakah Islam yang sebenarnya?” Dari sini, kemudian tiba-tiba aku mempertanyakan: “Apakah Islam agama sesat? Perlukah aku murtad?” Lalu terhadap pertanyaan ini, aku diberi saran yang sama oleh pihak yang hendak mencegahku murtad dan pihak yang berusaha membuatku murtad. (Lihat artikel ‘Aneh! Aku Diminta “Kembali ke Alquran” Supaya Murtad!‘)

Dini hari tadi, ketika aku merenung dalam rangka mengikuti saran mereka tersebut, aku merasa mendapat ilham dari Tuhan karena mendapat jawaban yang baru. Dengan kembali ke Al-Qur’an dan Al-Hadits, kutemukan agama pengganti Islam. Kini, sudah kutemukan tiga nama yang lebih baik dan lebih sempurna daripada Islam sebagai agama. Tiga nama itulah yang kini sedang kupertimbangkan sebagai nama agamaku yang baru. Dapatkah kau menebaknya? Baca Lebih Lanjut …

M Shodiq Mustika ™