Articles

Manakah agama yang benar?

In ketuhanan, keberadaan tuhan, sifat tuhan, agama, kebenaran agama, agama yang benar, kriteria, akal telanjang, pikiran polos on 23 April by Prof. Idiot Ditandai: ,

Sejak lahir, tahu-tahu aku “sudah beragama” sesuai dengan agama yang dianut oleh orangtuaku. Apakah beragama dengan cara begini dapat kupertanggungjawabkan? Tidak. Aku harus mencari agama yang benar dengan akal sehatku dan hati nuraniku. Mungkin saja agamaku selama ini sudah benar, mungkin pula belum benar. Aku perlu menyelidiki semua agama, membandingkannya satu sama lain dengan seobjektif mungkin, sebelum kupilih agama yang paling tepat bagiku. Untuk itu, aku perlu tahu lebih dahulu akan kriteria agama yang benar.

Dari hasil googling, aku jumpai sebuah artikel yang mengandung lima “kriteria agama yang benar”. Marilah kita periksa kriteria-kriteria tersebut satu demi satu, dengan akal telanjang kita.

1. Apakah agama yang anda anut memberikan keselamatan yang pasti, bukan mudah-mudahan, atau mungkin, dan sebagainya?

religion salesman

Ada lagi -- Kalau Anda berpindah agama HARI INI, Anda berhak atas tawaran-awal kami yang istimewa, yaitu diampuni dari segala dosa dan dijamin hidup abadi!

Berhubung “keselamatan” yang dimaksud adalah “keselamatan pada akhirnya”, pertanyaan pertama ini mengingatkanku pada keadaan setiap kali aku hendak bepergian. Apakah hendak menggunakan bus ataukah kereta api ataukah kendaraan lainnya? Bila naik bus, bus yang mana? Apakah bus A, bus B, bus C, …? Begitu pula untuk kendaraan lainnya. Aku dihadapkan dengan banyak alternatif.

Terhadap berbagai alternatif itu, keselamatan merupakan faktor utama dalam pertimbanganku. Nah, kendaraan manakah yang “memberikan keselamatan yang pasti”? Tidak ada! Kita tidak tahu pasti, manakah kendaraan yang akan mengantarkan kita selamat sampai ke tujuan. Dalam pengalamanku, tidak ada yang berani menjamin 100% bahwa ada kendaraan tertentu yang “memberikan keselamatan yang pasti”. Bahkan, seandainya ada yang menjamin begitu, maka aku sangat meragukannya.

Begitu pula dalam hal agama. Menurut akal telanjangku, tidak ada agama yang “memberikan keselamatan yang pasti”. Memang sih, ada agama tertentu yang mengklaim mampu “memberikan keselamatan yang pasti”. Namun, klaim tersebut tanpa bukti sama sekali, persis seperti dalam gambar kartun di samping ini. (Tentu saja, kita tidak bisa menjumpai bukti tentang klaim tersebut selama hayat dikandung badan. Hanya setelah matilah kita dapat mengetahui dengan pasti, apakah pada akhirnya kita selamat ataukah tidak.)

Jadi, menurut pikiran polosku, pertanyaan pertama tersebut TIDAK dapat kita jadikan sebagai kriteria agama yang benar.

2. Apakah dasar dari pembentukan agama berasal dari sumber yang kuat atau yang memiliki kriteria ke-Agungan?

Menurut pikiran polosku, pengetahuan-pengetahuan kita “yang benar” TIDAK selalu berasal dari “sumber yang kuat atau agung”. Memang, metode penelitian kuantitatif mengandalkan “sumber yang kuat atau agung” untuk menghasilkan sains “yang benar”. Namun, metode penelitian KUALITATIF (terutama Studi Kasus) sering menggunakan “sumber yang [sepintas lalu] tampaknya biasa-biasa saja” untuk menghasilkan wawasan baru “yang benar”. Padahal menurut akal telanjangku, agama itu lebih bersifat kualitatif daripada kuantitatif. Dengan demikian, mungkin saja agama yang benar itu berasal dari “sumber yang [sepintas lalu] tampaknya biasa-biasa saja”.

Jadi, pertanyaan kedua itu pun TIDAK dapat kita jadikan sebagai kriteria agama yang benar.

3. Apakah Tuhan yang anda sembah itu adalah benar-benar Tuhan yang hidup yang selalu berada dalam hati anda? “Ingat iblis bisa menyamar sebagai malaikat terang” artinya iblis juga bisa menyamar sebagai Tuhan dan menciptakan agama yang disukai manusia bukan disukai Tuhan.

Nah! Justru karena “iblis bisa menyamar” itulah maka pertanyaan ketiga ini juga TIDAK dapat kita jadikan sebagai kriteria agama yang benar. Mungkin saja ada orang yang mengaku sebagai tuhan atau utusan tuhan, tetapi kita tidak bisa betul-betul membuktikan apakah pengakuannya itu benar ataukah keliru. Bahkan, iblis pun bisa saja berpura-pura baik dengan mengatakan, “Awas! Iblis bisa menyamar sebagai tuhan”, sebagaimana penipu pun dapat berpura-pura baik dengan menyatakan, “Awas! Jangan sampai Anda tertipu!”

4. Apakah ritual keagamaan yang anda jalankan memang berasal dari Tuhan? Sebab Tuhan tidak menginginkan penyembahan yang diatur oleh suatu ritual dan kegiatan yang monoton. Tuhan ingin manusia menyembah Dia dengan segenap hati tanpa paksaan dan yang terpenting, baik tubuh, jiwa dan roh manusia bebas dalam menyembah Tuhan.

Apakah kebiasaan ritual yang “monoton” pasti tidak benar? Ada banyak penelitian mutakhir yang menunjukkan bahwa kebiasaan kita yang “monoton” telah menghemat energi untuk aktivitas sel-sel otak kita. Apabila tidak ada kebiasaan kita yang “monoton”, maka otak kita akan begitu kewalahan, sehingga diri kita malah akan kehilangan nyawa dalam sekejap. Sebaliknya, ke-“monoton”-an itu bisa menjadikan otak kita melakukan berbagai aktivitas mental dengan lebih produktif!

Akan tetapi, menurut akal telanjangku, ritual yang monoton tidak selalu benar pula. Apabila terlalu monoton, maka bisa-bisa kita menyembah Dia tidak dengan segenap hati. Oleh karena itu, pertanyaan keempat itu pun TIDAK bisa kujadikan sebagai kriteria agama yang benar.

5. Apakah Firman yang tertulis dalam kitab suci anda bercerita tentang surga dan hukum-hukum surgawi. Bukan mengenai hukum-hukum duniawi dan hukum itu terlalu banyak memberikan dispensasi terhadap manusia? “ingat Tuhan itu penghuni surga bukan dunia ini. Iblislah penghuni dunia ini”.

Menurut akal telanjangku, tidak ada bukti bahwa “Tuhan itu penghuni surga, bukan dunia ini” dan bahwa “Iblislah penghuni dunia ini”. Jadi, pertanyaan terakhir ini juga TIDAK bisa kujadikan sebagai kriteria agama yang benar.

Iklan

23 Tanggapan to “Manakah agama yang benar?”

  1. […] Manakah agama yang benar? […]

  2. Ingin bukti? Gampang Bro, mati dulu baru bisa membuktikan klaim kebenaran itu. Berani nggak Bro?

    • Postingan di atas justru menolak klaim kebenaran orang-orang yang menggunakan kriteria-kriteria yang disebut di situ. Jadi, saya tidak perlu membuktikan klaim kebenaran mereka. Orang-orang yang menggunakan kriteria itu sendirilah yang perlu membuktikan kebenaran klaim mereka.

  3. Oh, sorry Bos, emang tulisan di atas bikin bingung. Tapi sekarang jelas, Sang penulis ternyta tidak berpihak pada orang-orang yang anti kebenaran al-Islam. Oke, semoga nggak ada yang salah paham lagi….

  4. […] menemukan agama yang benar, kita perlu tahu lebih dahulu kriteria agama yang benar. (Lihat “Manakah agama yang benar?“. Untuk alternatif lain, lihat “Kisah Nyata: Mencari Jalan Hidup Yang Benar dengan Hati […]

  5. […] Manakah agama yang benar? Sejak lahir, tahu-tahu aku “sudah beragama” sesuai dengan agama yang dianut oleh orangtuaku. Apakah beragama dengan cara begini dapat kupertanggungjawabkan? Tidak. Aku harus mencari agama yang benar dengan akal sehatku dan hati nuraniku. Mungkin saja agamaku selama ini sudah benar, mungkin pula belum benar. Aku perlu menyelidiki semua agama, membandingkannya satu sama lain dengan seobjektif mungkin, sebelum kupilih agama yang paling tepat bagiku. Untuk itu, aku perlu tahu lebih dahulu akan kriteria agama yang benar. … Baca Selengkapnya → […]

  6. menurutku agama islamlah yang paling benar dimuka bumi ini.
    karena agama islam menggajarkan kebaikan dan tata cara sopan santun dalam bersikap terhadap siapapun dan apapun.

  7. semua agama mengajarkan kebaikan
    semua agama berpotensi sakti dlm ritualnya
    semua agama mengajarkan tuntunan ketengan jiwa
    agama yang benar adalah agama yang sesuAI DENGAN teori ilmiah, teologi agama.
    nabi nabi sebelum isa as mengajarkan bahwa tuhan itu satu
    dan nabi setelah isa yaitu nabi muhammad ajaranya tetap pada tauhid yaitu tuhan itu satu.
    yang mengajarkan tuhan itu satu menurut referensi nabi nabi sebelumnya adalah nabi muhammad

  8. Setuju, Agama yang paling benar adalah agama yang hanya menggunakan satu bahasa. Semua negara wajib menggunakan bahasa yang sama dalam upacara keagamaan, terjemahan sangat tidak dibenarkan. Kebebasan harus dibatasi, kekerasan adalah satu-satunya cara yang harus dilakukan untuk membela kebenaran agama, termasuk membunuh diri dan mematikan orang2 tak berdosa. Kematian demi agama akan langsung masuk surga tanpa ada pengadilan terkahir, kita adalah yang paling benar yang lain itu salah.

    Akhirnya agama yang benar adalah pikiranmu sendiri……

    Tapi ternyata ada kyai, haji/haja, pastor, suster, pendekata banyak yang telah menjadi penghunia abadi Neraka……lol…..

    Tidak ada Agama yang benar….hanya keyakinanmulah yang benar……..

  9. Saudaraku.saya katakan kepadamu,klau kmu mencari agama yang benar,berdoalah dengan segenap hatimu,jiwamu dan kekuatanmu didalam kamar.Dan bertanyalah kepada TUHAN dalam doamu dengan sungguh-sungguh.GOD bless you

  10. saudaraku,,
    perlu kita ketahui tentang agama yang benar itu adalah agama yang di dlamny menyatakan tuhan itu 1 (esa). yang menyatakan tuhan itu yang menciptakan langit dan bumi, yang menyatakan kehidupan umat manusia itu di atur oleh tuhan yang menciptakanx, tuhan yang menurunkan peraturan tata cara hidup manusia, agama yang di dalamx mengakui adax surga dan neraka, dan masih banyak lagi yang menjadikan kita yakin akan agama itu,, oleh karna itu kita di ciptakan dilengkapi dengan akal pikiran untuk,, bisa menentukan mana yang benar dan mana yang salah…

  11. Semua yg anda katakan itu benar, tidak ada yg salah. Tapi seperti nya anda lupa defenisi tentang Tuhan itu bagaimana menurut persepsi anda bila anda mencari agama yg benar menurut anda. Anda cuma seperti mencela keyakinan orang lain tentang Tuhan tapi anda tidak memberikan defenisi konkrit ttg Tuhan menurut persepsi anda sendiri. Jujur saja agama yg benar itu belumlah terbukti kebenarannya sebelum kita mengalami kematian atau menjadi penghuni kubur. Salam..

  12. Saya keturunan ke 3 Dari Bapak Diran Sastra Widjaja pencipta wewarah SaptaSila.

    Yang di sebut Agama hanya ada di Indonesia , luar Negeri tidak mengerti apa itu agama.
    yang di kenal dan yang di mengerti adalah “Keyakinan dan kepercayaan” .

    Agama adalah Suatu keyakinan pribadi asal tidak menyimpang dari garis garis sifat Tuhan .

    Semua agama benar artinya yang tertulis di dalam Kitab SaptaSila , semua Rasul atau Nabi prinsipnya sama , Belet yang berbeda .
    Dimana dan apa yang di embannya pada zaman itu.

    Potret Surga ; apabila alam pikiran dan fikiran serta rasa hati anda tatak dan tentram.
    Potret Neraka ; apabila alam pikiran dan fikiran anda , perasaan yang selalu Gelisah itulah “Neraka” .

    Di kitab SaptaSila menjelaskan disana [ Alam Akhirat ] dan disini [ Alam Dunia ] , kalau ingin bukti adanya Surga dan Neraka saat ini juga bisa di buktikan.Hingga saat inipun saya penerus dan pelestari ajaran wewarah SaptaSila sesuai dengan warna aslinya dari yang menciptakan Wewarah.

    Sekian Komentar saya

  13. mantab

  14. Saya beragama katholik sejak kecil tapi saya blm mendapat kenyamanan dr agama yg sudah saya anut tsb,apakah salah jika saya mencari kyakinan yg lain ??

    • Untuk kakak Sari Ajah
      Tidak salah.. Yang salah adalah jika kita tetap pada keyakinan yang tidak kita yakini..
      Silahkan cari keyakinan yang bisa bikin kakak ini merasa tentram yang sesuai dengan hati kakak..
      tidak ada yang bisa memaksa kakak meyakini 1 keyakinan.. Tapi jika ingin berpindah keyakinan, saya pribadi menyarankan jadilah muslimah..
      Insya Allah, Allah memberikan berkah & ketentraman bagi kakak.. Saya do’akan..

  15. agama yg benar jelas Islam,gak perlu aneh2,untuk blog ini pembuatnya yg aneh2 dan perlu belajar lagi,meskipun ilmunya sdh tinggi dan terlalu tinggi yg ibarat angkanya sdh 9 masih terus saja hingga NOL kembali,dan skrg sdh nol maka peru peningkatan lagi

  16. hem hebat hebat tapi tak perlu berdebat untuk terlihat pintar,

  17. APA KUNCI SURGA ?

  18. Bacalah cerita ini

    “LAA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINADZHAALIMIIN”
    Hayati kandungannya
    Bismillahirrahmanir rahim.Artikel ni agak panjang, tapi banyak pengetahuan dan manfaat untuk kita, insya Allah… Bila Paderi Terpaksa Buka Rahsia
    Ada seorang pemuda Arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya diAmerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan dia mampu mendalaminya. Selain belajar,dia juga seorang jurudakwah Islam. Ketika berada di Amerika, dia berkenalandengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah s.w.t. memberinya hidayah masuk Islam.
    Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan diAmerika dan melintas dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut.Temannya itu meminta agar dia turut masuk ke dalam gereja. Mula mula dia keberatan, namun kerana desakan akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.Ketika paderi masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu, si paderi agak terbeliak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, “Di tengah kita ada seorang Muslim. Akuharap dia keluar dari sini.” Pemuda Arab itu tidak bergerak dari tempatnya.Paderi tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun dia tetap tidak bergerak dari tempatnya. Hingga akhirnya paderi itu berkata, “Aku minta dia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya. ” Barulah pemudaini beranjak keluar.Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang paderi, “Bagaimana anda tahu bahawa saya seorang Muslim?” Paderi itu menjawab, “Dari tanda yang terdapatdi wajahmu.”Kemudian dia beranjak hendak keluar. Namun, paderi ingin memanfaatkan kehadiran pemuda ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memalukan pemuda tersebut dan sekaligus mengukuhkan agamanya. Pemuda Muslim itu pun menerima tentangan debat tersebut.
    Paderi berkata, “Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat. ” Si pemuda tersenyum dan berkata,”Silakan!”
    Sang paderi pun mulai bertanya, “Sebutkan satu yang tiada duanya, dua yang tiada tiganya, tiga yang tiada empatnya, empat yang tiada limanya, lima yang tiada enamnya, enam yang tiada tujuhnya, tujuh yang tiada delapannya,delapan yang tiada sembilannya, sembilan yang tiada sepuluhnya, sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh, sebelas yang tiada dua belasnya, dua belas yang tiada tiga belasnya, tiga belas yang tiada empat belasnya.””Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh! Apa yangdimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya? Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Diatidak menyukainya? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!” “Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diazab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api? Siapakah yang tercipta dari batu,siapakah yang diazab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?””Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar! Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?”
    Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu tersenyum dengan keyakinan kepada Allah.
    Setelah membaca “Bismillah.. .” dia berkata,
    – Satu yang tiada duanya ialah Allah s.w.t..
    – Dua yang tiada tiganya ialah Malam dan Siang.
    Allah s.w.t. berfirman, “DanKami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).”(Al-Isra’: 12).
    – Tiga yang tiada empatnya adalah kesilapan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
    – Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur’an.
    – Lima yang tiada enamnya ialah Solat lima waktu.
    – Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah Hari ketika Allah s.w.t. menciptakan makhluk.
    – Tujuh yang tiada delapannya ialah Langit yang tujuh lapis.
    Allah s.w.t.berfirman, “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamusekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yangtidak seimbang.” (Al-Mulk: 3).
    – Delapan yang tiada sembilannya ialah Malaikat pemikul Arsy ar-Rahman.
    Allahs.w.t. berfirman, “Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit.Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas(kepala) mereka.” (Al-Haqah: 17).
    – Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada NabiMusa yaitu: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik,katak, darah, kutu dan belalang.
    – Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah Kebaikan.
    Allah s.w.t.berfirman, “Barang siapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kalilipat.” (Al-An’am: 160).
    – Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah Saudara-Saudara Nabi Yusuf .
    – Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah Mu’jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, “Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya,lalu Kami berfirman, “Pukullah batu itu dengan tongkatmu.” Lalu memancarlahdaripadanya dua belas mata air.” (Al-Baqarah: 60).
    – Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah Saudara Nabi Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
    – Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Subuh.
    Allah s.w.t. berfirman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulaimenyingsing. ” (At-Takwir: 18).
    – Kuburan yang membawa isinya adalah Ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
    – Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara NabiYusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah kami,sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala.” Setelah kedustaan terungkap,Yusuf berkata kepada mereka, “Tak ada cercaan terhadap kamu semua.” Dan ayah mereka Ya’qub berkata, “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Yusuf:98)
    – Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara Keldai.
    Allah s.w.t. berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suarakeldai.” (Luqman: 19).
    – Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapa dan ibu adalah Nabi Adam,Malaikat, Unta Nabi Shalih dan Kambing Nabi Ibrahim.
    – Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diazab dengan api ialahAbu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim.
    Allah s.w.t.berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” (Al-Anbiya’: 69).
    – Makhluk yang terbuat dari batu adalah Unta Nabi Shalih, yang diazab denganbatu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah AshabulKahfi (penghuni gua).
    – Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah Tipu DayaWanita, sebagaimana firman Allah s.w.t. “Sesungguhnya tipu daya kaum wanitaitu sangatlah besar.” (Yusuf: 28).
    – Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun,setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaranmatahari maknanya: Pohon adalah Tahun, Ranting adalah Bulan, Daun adalah Hari dan Buahnya adalah Solat yang lima waktu, Tiga dikerjakan di malam hari dan Dua di siang hari.
    Paderi dan para hadirin merasa takjub mendengar jawapan pemuda Muslimtersebut. Kemudian dia pun mula hendak pergi. Namun dia mengurungkan niatnyadan meminta kepada paderi agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan inidisetujui oleh paderi.
    Pemuda ini berkata, “Apakah kunci syurga itu?”Mendengar pertanyaan itu lidah paderi menjadi kelu, hatinya diselimutikeraguan dan rupa wajahnya pun berubah. Dia berusaha menyembunyikan kekhuatirannya, namun tidak berhasil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun dia cuba mengelak.
    Mereka berkata, “Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya dia jawab, sementara dia hanya memberi cuma satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!
    “Paderi tersebut berkata, “Sesungguh aku tahu jawapannya, namun aku takut kalian marah.”
    Mereka menjawab, “Kami akan jamin keselamatan anda. ”
    Paderi pun berkata, “Jawapannya ialah: Asyhadu An La Ilaha Illallah, WaAsyhadu Anna Muhammadar Rasulullah. ”
    Lantas paderi dan orang-orang yang hadir di gereja itu terus memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga merekadengan Islam melalui tangan seorang pemuda Muslim yang bertaqwa.
    NOTA:Ini adalah artikel sulung dari qasha dan merupakan sebuah artikel yang cukup bagus. Ia dapat menyedarkan kita agar membaca dan memahami isi kandunganAl-Qur’an bagi membolehkan kita menangkis tohmahan dan menjawab pertanyaan orang-orang kafir.Saya pernah membaca dari satu buku bahawa sebenarnya paderi Kristian tahu bahawa Kunci Syurga itu adalah Dua Kalimah Syahadah. Kerana itu (kononnya) apabila nazak seorang Kristian, maka paderi akan datang membisikkan kalimah itu ke telinganya dengan harapan dia akan mati dalam Islam. Saya tidak pasti sama ada dakwaan ini (membisikkan ke telinga orang nazak) benar atau tidak.Namun saya pasti ahli kitab Kristian tahu bahawa Kunci Syurga adalah DuaKalimah Syahadah. Cuma, mereka tidak mahu mengaku (kebenaran Islam) kerana bimbang akan kehilangan pangkat dan kedudukan duniaw

  19. mudah tapi sulit, sulit tapi mudah, itulah untuk mengetahui agama yang paling benar.

    Mungkin aku ingin berbagi sedikit pengalamanku (jadi ini adalah menurut aku).
    Beberapa tahun yang lalu aku berpetualang mencari agama yang benar dengan cara mempelajari berbagai agama dengan membaca kitab suci dari berbagai agama dan juga mendengar para pemimpin agama berceramah tentang agamanya masing2, latihan2 dan lain-lain… dan bukannya bertambah yakin, malah menjadikan diriku hampir tidak bisa mengharapkan pertolongan Tuhan kalau ada suatu yang aku minta pertolongan kepadaNya, walaupun begitu, aku masih menghormati simbol2 suci agama2 tsb, sosok2 suci agama tsb yang aku pelajari, namun dalam hati tetap mengatakan Tuhan itu tidak terjangkau, tidak terdeteksi dan tidak terpikirkan dan tidak perlu memikirkan Tuhan lagi, yang penting tahu Tuhan itu ada (alias Agnostic), jadi aku berkesimpulan, yang penting hidup sebaik-baiknya dan berbuat kebaikan untuk mengumpulkan pahala sebagai bekal nanti setelah meninggal.

    Aku terus menjalankan hidup begitu bertahun-tahun, namun yang anehnya, di kedalaman jiwaku atau rohku tidak mengalami ketentraman dan ini berefek pada di kehidupan nyata, seperti salah satu contoh, apabila aku melihat seseorang berbuat kekeliruan yang kecil saja, aku akan merasa kesal,karena aku berpendapat kenapa sesuatu yang sesederhana begitu, orang tersebut bisa melakukan kesalahan, namun sebagai manusia tentunya kita tidak bisa konsekwen 100% menjalankan kebaikan, karena kebanyakan yang kita kerjakan adalah pamrih, dan ini saya ketahui sendiri di dalam hatiku yang terdalam, dll sebagainya (yang kalau mau di tulis terlalu panjang lebar)

    Singkat cerita, di saat aku menjadi agnostic, takdir berhendak lain, karena di saat itulah sosok suci yang ku hormati (dari sekian sosok2 suci dan simbol2 yang aku hormati) mendatangiku dan memberi kan aku suka cita, kedamaian dan kebahagiaan (yang terjadi di dalam hati) yang melebihi kesukaan, kebahagiaan dan kedamaian apapun yang pernah ku rasakan di dunia ini baik melalui latihan2ku maupun pengertian2ku mengenai kitab suci2 yang telah aku baca.

    Dari pengalamanku ini aku berkesimpulan bahwa sosok suci yang ku hormati ( dari sekian sosok2 suci dan simbol2 suci yang aku hormati) ingin memberitahukan padaku, bahwa Tuhan itu bukanlah Tuhan yang tidak terjangkau, tidak terdeteksi, dan tidak terpikirkan.
    Dan sosok suci tersebut adalah Yesus Kristus (Isa Almasih), yang aku temukan melalui pembacaan kitab Injil (Perjanjian Baru), yang mana kitab Injil inilah satu2nya yang belum pernah aku baca dari sekian kitab suci2 berbagai agama dan buku2 leteratur berbagai agama selama hidupku. Akhirnya aku berkesimpulan (mohon maaf ini adalah kesimpulanku sendiri) bhwa Dia adalah Tuhan yang selama ini aku hormati (sosok2 suci dan simbol2 agama yang aku hormati) tapi yang juga aku anggap di luar batas pikiran, jangkauan dan deteksi dan apapun itu.

    Setelah itu, kekosongan yang di alami jiwaku sudah terobati semua dan aku memandang kehidupan dunia ini adalah penuh pengharapan dan kebaikan semata, dan di kehidupan akhirat nanti aku di selamatkan olehNya…….
    Terima kasih Yesus, Tuhan dan Juru selamatku,,,

    Dari pengalamanku ini, aku hanya ingin mengatakan, sebelum mengatakan agama manakah yang paling benar, alangkah bijaksananya jikalau kita dapat di datangi oleh Tuhan itu sendiri atau kita mohon kepada Tuhan agar Tuhan mau menemui kita, dan kalau kita benar2 dengan hati yang tulus (bersih) dan tanpa ragu-ragu untuk memohon Tuhan menemui kita, maka aku yakin Tuhan mau menyatakan dirinya kepada kita. Bagi Tuhan, semua manusia adalah sama, dan kalau Tuhan mau menjumpai para nabinya untuk memyampaikan wahyunya (walaupun ada juga yang melalui malaikat), aku yakin Dia juga mau menjumpai kita walaupun kita bukan sebagai nabinya, tetapi kita tetap adalah ciptaannya yang satu dan lain ciptaan adalah sama.
    Satu lagi, jikalau kita memohon dengan hati yang penuh rindu kepadanya, maka yakinlah Tuhan akan mau menjumpai kita. Pada saat itu, suasana hati dan batin kita, sukacita, kedamaian dan kebahagiaan kita, tidak bisa di lukiskan dengan kata-kata.

    Terima kasih, wasallam

  20. Menurut pikiran polosku juga…penulis artikel perlu mandi ,dan terus belajar lagi yg rajin dan terus berusaha menganalisa/menemukan jawabannya…biar bisa sapa tau mendapatkan pencerahan dengan sendirinya….sayang kalo orang punya otak tapi ga digunakan secara maksimal..blum2 udah nyerah dan ambil keputusan dengan kesimpulan yg mentah banget…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s