Articles

Karena kurang tidur, aku akan cepat mati; nggak pa pa, ‘kan?

In pengembangan diri, menuju kematian, tidur, kematian, kesehatan on 6 Mei by Prof. Idiot Ditandai: ,

Orang yang tidur kurang dari enam jam, memiliki kemungkinan 12% mati lebih cepat dibandingkan mereka yang tidur selama 6 hingga 8 jam. Studi dari University of Warwick dan Federico II University Medical School, Italia menyediakan bukti langsung antara durasi tidur yang pendek serta peningkatan kemungkinan mati muda.

Penelitian ini juga mencatat bahwa tidur terlalu lama (lebih dari 9 jam tiap malam) dapat menyebabkan kekhwatiran serupa. Namun, tidak seperti tidur dalam jumlah waktu sedikit, tidur dalam jumlah yang banyak tidak langsung menyebabkan risiko kematian, namun kenaikan signifikan dari penyakit yang serius dan fatal.

inilah.com, “Awas, Tidur Kurang dari 6 Jam Cepat Mati!”

Oh ya, begitukah? Selama ini berapa lamakah aku tidur setiap harinya? Aku hampir tak pernah menghitungnya. Selaku orang yang bekerja di dalam rumah secara menyendiri, aku tidak terikat oleh jam kerja. Tidurku jadi tak menentu. Pokoknya, aku tidur hanya bila merasa mengantuk, kelelahan, atau sakit. Bila tubuh terasa segar, pikiran polosku mengatakan bahwa lebih baik aku menggunakannya untuk kegiatan yang produktif.

Kadang tidurku 6 jam, kadang 3 jam, kadang 30 menit. Sesekali aku tidak tidur sampai dua atau tiga hari, tapi pernah pula sekali tidur sampai 10 jam.

Kalau memang selama ini ketidakteraturanku dalam tidur itu membuat diriku cepat mati, aku rela. Daripada berumur panjang tapi merepotkan orang lain, cepat mati tapi produktif, nggak pa pa, ‘kan?

Iklan

3 Tanggapan to “Karena kurang tidur, aku akan cepat mati; nggak pa pa, ‘kan?”

  1. Terus bagaimana dengan kami, orang miskin yang bahkan tidak bisa tidur berhari-hari ?

    Salam kenal dari komunitas keluarga miskin.
    Semoga sudi berkunjung ke blog kami untuk menyumbang kesempatan meraih masa depan yang lebih baik dan harmonis.
    Terima kasih

  2. bwt yg di atas…, miskin kok bisa online???

    lagian ko kayaknya miskin dibanggain sih? malah bikin komunitas segala? maaf.. tapi kesannya jadi negatif dan pesimis.. wise man says ” YOU ARE WHAT U’RE THINK U ARE ” jadi klo anda berfikiran anda miskin..ya.. seterusnya akan begitu.., saya ga akan ngomong tanpa solusi.. akan lebih indah kalo anda bikin komunitas “KELUARGA YANG AKAN KAYA” jd kedengarannya lebih optimis memandang hidup ini, kalo udah pesimis, buat apa berjuang hidup.. toh gitu2 aja…

  3. gak papa kok, asal kamu produktif. eheheheiii

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s