Articles

Kisah seorang idola yang mengejar seorang perempuan

In idola, pengamat, pengambilan kesimpulan, pengetahuan, perempuan on 4 Agustus by Prof. Idiot Ditandai: ,

wanita berlariSuatu hari, si Fulan melihat idolanya mengejar seorang perempuan. Tiba-tiba seorang perempuan lainnya melintas di depannya. Lalu ia pun mengejar si perempuan.

Melihat itu, seorang pengamat merasa geram. “Mengejar perempuan? Menjijikkan!”

Lantas sang pengamat menemui si Fulan dan bertanya: “Mengapa kau mengejar perempuan itu? Apa kau tidak tahu bahwa perilaku seperti itu menjijikkan?”

Si Fulan: “Itu tidak menjijikkan. Saya mengejar perempuan itu karena meniru idola saya. Saya telah melihat dia mengejar seorang perempuan. Perilaku idola tidak mungkin menjijikkan.”

Sang pengamat merasa geram. Ia tidak sepaham. Dia merasa heran mengapa seorang idola mengejar seorang perempuan. Baginya, bila perbuatan menjijikkan dilakukan oleh seorang idola, maka sang idola itu sebenarnya tidak pantas menjadi idola.

Sesaat kemudian, sang pengamat bertemu dengan sang idola. Karena merasa geram, tanpa basa-basi ia berkata, “Anda tidak pantas jadi idola.”

Sang idola merasa heran. Ia bertanya, “Mengapa Anda berkata begitu?”

“Karena perilaku Anda yang menjijikkan telah ditiru oleh orang yang mengidolakan Anda.”

“Siapa yang meniru? Perilaku saya yang manakah yang dia tiru?”

“Si Fulan,” jawab sang pengamat. “Dialah yang meniru perilaku Anda. Dia telah mengejar seorang perempuan. Sungguh menjijikkan.”

“Ooo… yang itu. Apakah Anda tahu mengapa dia mengejar perempuan itu?” tanya sang idola.

Sang pengamat menjawab, “Ya. Dia melakukan perbuatan yang menjijikkan itu karena dia mengikuti Anda. Dia meniru perilaku Anda 100% murni tanpa dicampuri dengan pandangan-pandangan lain.”

Sang idola menukas, “Tadi saya mengejar seorang perempuan karena dia mencopet dompet saya. Kebetulan saja dia seorang perempuan.”

“Tapi si Fulan meniru perilaku Anda, ‘kan?”

“Tidak,” jawab sang idola. “Perilaku saya tadi adalah mengejar seorang pencopet. Si Fulan tidak mengejar pencopet. Jadi, dia tidak meniru perilaku saya. Dia hanya meniru sesuatu yang dia sangka perilaku saya. Ini gara-gara dia menelan mentah-mentah peristiwa yang dia lihat itu tanpa memperhitungkan konteks mengapa saya mengejar seorang perempuan.”

Iklan

11 Tanggapan to “Kisah seorang idola yang mengejar seorang perempuan”

  1. […] Untuk menjawab pertanyaan seperti itu, silakan mengambil hikmah dari “Kisah seorang idola yang mengejar seorang perempuan“. […]

  2. […] Suatu hari, si Fulan melihat idolanya mengejar seorang perempuan. Tiba-tiba seorang perempuan lainnya melintas di depannya. Lalu ia pun mengejar si perempuan. Melihat itu, seorang pengamat merasa geram. "Mengejar perempuan? Menjijikkan!" Lantas sang pengamat menemui si Fulan dan bertanya: “Mengapa kau mengejar perempuan itu? Apa kau tidak tahu bahwa perilaku seperti itu menjijikkan?” Si Fulan: “Itu tidak menjijikkan. Saya mengejar perempuan itu k … Read More […]

  3. […] Kisah Nyata Pemurtadan yang Gagal (Senjata Makan Tuan) Posted on 5 Agustus 2010 by M Shodiq Mustika Ketika aku membuka diri selebar-lebarnya terhadap hikmah dari mana pun, seorang Kristen berusaha memurtadkan diriku. Mulanya dia mengemukakan adanya ayat Qur’an dan hadits Rasul yang “kejam”, misalnya perintah “memenggal kepala orang kafir”. Tanggapanku adalah bahwa kita tidak bisa menelan mentah-mentah perintah dalam ayat atau peristiwa dalam hadits. Kita perlu melihat konteksnya untuk memahami teks-teks rujukan utama itu, antara lain dengan menggunakan “filsafat mawas” (penafsiran kontekstual). Untuk ilustrasi, aku paparkan Kisah seorang idola yang mengejar seorang perempuan. […]

  4. […] Jika kita hanya mengandalkan pancaindera (terutama mata dan telinga) tanpa akal untuk menerima petunjuk ilahi sewaktu melakukan observasi terhadap Al-Qur’an dan Al-Hadits, maka kita bisa salah paham. Untuk contoh mengenai kesalahpahaman ini, silakan simak artikel “Benarkah memenggal orang kafir berarti mengikuti perilaku Nabi Muhammad?” dan “Kisah seorang idola yang mengejar seorang perempuan“. […]

  5. SEBELUM MENGKAJI ORANG LAIN,KITA KAJI DULU DIRI KITA APAKAH UDAH SESUAI DENGAN YANG RASULALLAH AJARKAN?

  6. Asslamualaikum warahmatullah hi wabarakatuh,
    Banyak orang salah dalam membaca dan memahami isi dan arti Alquran nul karim, perlu di pahami semua ayat dalam kitab suci Al quran itu turun tidak secara berurutan dan firman Allah tersebut turun manakala ada kejadian kejadian yang membuat Rasullah Muhamad memohon petunjuk dari Allah SWT .

    Jadi Firman Allah dalam kitab suci Alquran nul Karim merupakan kumpulan dari semua kejadian dan permasalahaan yang di hadapkan kepada Rasullulah oleh para sahabat dan pengikut Rasullah itu sendiri.

    Mari mempelajari Al quran dengan sebelumnya di dampingi oleh guru yang mengerti akan Hadist dan sunah Rasul, dan jangan pernah belajar hanya dengan 1 orang guru karena belum tentu guru tersebut memahami secara hak akan isi al quran /

    Contoh :
    anda belajar kepada seorang kiyai yang tinggal di pulau jawa, yang secara adat masih melakukan ritual kejawen, kiyai tersebut benar mengajarkan anda memahami Alquran dengan benar ,akan tetapi dalam kehidupan sehari hari kiyai tersebut beberapa kali melakukan perbuatan yang Rasul tidak ajarkan, maka anda cukup belajar akan makna nya saja dan silahkan anda berguru dengan orang lain yang mungkin lebih cocok di hati anda !

    Sekarang ini banyak sekali ajaran ajaran sesat tentang Islam baik yang terang terangan maupun yang secara terselubung, !!

    Hukum di alquran adalah hukum yang membenarkan Taurat dan Injil bukan menyalahkan 2 ktab tersebut di atas akan tetapi Alquran menyempurnakan

    ini hadist nya :
    ”Akan datang suatu masa menimpa umatku, yaitu banyak orang yang ahli baca Al-Quran tetapi sedikit sekali yang memahami hukum, dicabutnya ilmu dan banyak kekacauan. Menyusul akan datang suatu masa, ada sejumlah orang yang membaca Al-Quran tetapi Al-Quran itu tidak melampaui tenggorokannya. Kemudian menyusul satu masa ada orang musyrik membantah orang mukmin tentang Allah (untuk mempertahankan kesyirikannya) dengan bahasa yang sama (HR Thabrani).

    “Barangsiapa yang mengucapkan (sesuatu) tentang Al-Quran berdasarkan ra’yunya atau berdasarkan apa yang tidak dipahaminya, maka bersiap-siaplah untuk menempati neraka.” (HR Tirmidzi, Abu Daud, Nasa’i)

    Islam mengajarkan kedamaian bukan kekerasan ! tapi syaitan telah memutar balikan hati dan fikiran banyak kaum muslimin yang gak sadar bahwa syaitan itu ada dan bisa menggunakan apa aja dan siapa aja untuk mempengaruhi,memperdaya umat islam intuk jatuh dalam dosa !

    please hati hati !

  7. benar , harus selalu waspada ,gunakan akal pikiran dan hati serta tindakan akhlak yg utama

  8. islam itu adalah agama yang sesat,masa alquran menizinkan sex tertulis di QUMRAN bebas dan jika melakukan jihat(mati syahid) masuk surga.jadi berbahagialah orang yang murtad.

  9. Allah itu kasih, Dialah Kasih itu sendiri..

    Matthew 5:44 “But I tell you, love your enemies and pray for those who persecute you,”
    (Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.) Matius 5:44.

  10. […] Jika kita hanya mengandalkan pancaindera (terutama mata dan telinga) tanpa akal untuk menerima petunjuk ilahi sewaktu melakukan observasi terhadap Al-Qur’an dan Al-Hadits, maka kita bisa salah paham. Untuk contoh mengenai kesalahpahaman ini, silakan simak artikel “Benarkah memenggal orang kafir berarti mengikuti perilaku Nabi Muhammad?” dan “Kisah seorang idola yang mengejar seorang perempuan“. […]

  11. kurang jelas, yang bertanya kenapa kamu mengejar perempuan itu siapa ?,
    muslim, kristen, hindu, ateis atau apa ?
    muslim tidak akan bertanya seperti itu karena dia teliti sebelum menilai, …..,
    singkatnya cerita anda masih perlu diperbaiki, atau anda sengaja menjebak ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s