Articles

Prinsip Hidupku: Bukan lagi Pancasila, tapi Saptasila

In jalan hidup, Pancasila, pengembangan diri, prinsip hidup, Saptasila on 9 Mei by Prof. Idiot Ditandai: ,

Saptasila: tujuh titik seimbangAsyik juga ternyata, kalau kita bisa merumuskan prinsip hidup kita. Dengan adanya rumusan prinsip hidup kita, hidup kita jadi lebih terarah. Walhasil, kita bisa menjalani hidup dengan lebih lancar dan lebih bermakna.

Read More »

Iklan

Articles

Karena kurang tidur, aku akan cepat mati; nggak pa pa, ‘kan?

In kematian, kesehatan, menuju kematian, pengembangan diri, tidur on 6 Mei by Prof. Idiot Ditandai: ,

Orang yang tidur kurang dari enam jam, memiliki kemungkinan 12% mati lebih cepat dibandingkan mereka yang tidur selama 6 hingga 8 jam. Studi dari University of Warwick dan Federico II University Medical School, Italia menyediakan bukti langsung antara durasi tidur yang pendek serta peningkatan kemungkinan mati muda.

Penelitian ini juga mencatat bahwa tidur terlalu lama (lebih dari 9 jam tiap malam) dapat menyebabkan kekhwatiran serupa. Namun, tidak seperti tidur dalam jumlah waktu sedikit, tidur dalam jumlah yang banyak tidak langsung menyebabkan risiko kematian, namun kenaikan signifikan dari penyakit yang serius dan fatal.

inilah.com, “Awas, Tidur Kurang dari 6 Jam Cepat Mati!”

Oh ya, begitukah? Selama ini berapa lamakah aku tidur setiap harinya? Aku hampir tak pernah menghitungnya. Selaku orang yang bekerja di dalam rumah secara menyendiri, aku tidak terikat oleh jam kerja. Tidurku jadi tak menentu. Pokoknya, aku tidur hanya bila merasa mengantuk, kelelahan, atau sakit. Bila tubuh terasa segar, pikiran polosku mengatakan bahwa lebih baik aku menggunakannya untuk kegiatan yang produktif.

Kadang tidurku 6 jam, kadang 3 jam, kadang 30 menit. Sesekali aku tidak tidur sampai dua atau tiga hari, tapi pernah pula sekali tidur sampai 10 jam.

Kalau memang selama ini ketidakteraturanku dalam tidur itu membuat diriku cepat mati, aku rela. Daripada berumur panjang tapi merepotkan orang lain, cepat mati tapi produktif, nggak pa pa, ‘kan?

Articles

Inilah Agama Yang Pasti Benar

In agama, agama yang benar, Agnotisisme, Buddha, Hindu, Humanisme, Islam, Katolik, kebenaran agama, Kong Hu Chu, Kristen, Universalisme Tauhid, Yahudi on 27 April by Prof. Idiot Ditandai: ,

Manakah agama yang pasti benar? Dengan kata lain, berdasarkan kriteria agama yang benar, manakah agama yang mendorongku untuk senantiasa bersungguh-sungguh mencari kebenaran? Apakah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Kong Hu Chu, Yahudi, Humanisme, Agnotisisme, Universalisme Tauhid, atau apa?

Untuk lebih memahami jawabanku, engkau perlu menyimak lebih dahulu artikelku terdahulu, “Akhirnya, kutemukan agama yang pasti benar“. Kalau sudah, baiklah. Berikut ini jawabanku terhadap pertanyaan tadi.

Read More »

Articles

Akhirnya, kutemukan agama yang pasti benar

In agama, agama yang benar, definisi agama, kebenaran agama, kriteria, pendidikan agama, renungan on 26 April by Prof. Idiot Ditandai: ,

religions symbols Untuk menemukan seseorang, kita perlu tahu lebih dahulu ciri-ciri khasnya. Untuk menemukan agama yang benar, kita perlu tahu lebih dahulu kriteria agama yang benar. (Lihat “Manakah agama yang benar?“. Untuk alternatif lain, lihat “Kisah Nyata: Mencari Jalan Hidup Yang Benar dengan Hati Nurani“.)

Setelah berminggu-minggu, berbulan-bulan, dan bertahun-tahun mencari, aku sudah menemukan “kriteria” agama yang benar. Sudah pula kujumpai agama yang memenuhi kriteria tersebut. Dengan kata lain, sudah kutemukan agama yang pasti benar. Berikut ini penjelasanku.

Read More »

Articles

Manakah agama yang benar?

In agama, agama yang benar, akal telanjang, kebenaran agama, keberadaan tuhan, ketuhanan, kriteria, pikiran polos, sifat tuhan on 23 April by Prof. Idiot Ditandai: ,

Sejak lahir, tahu-tahu aku “sudah beragama” sesuai dengan agama yang dianut oleh orangtuaku. Apakah beragama dengan cara begini dapat kupertanggungjawabkan? Tidak. Aku harus mencari agama yang benar dengan akal sehatku dan hati nuraniku. Mungkin saja agamaku selama ini sudah benar, mungkin pula belum benar. Aku perlu menyelidiki semua agama, membandingkannya satu sama lain dengan seobjektif mungkin, sebelum kupilih agama yang paling tepat bagiku. Untuk itu, aku perlu tahu lebih dahulu akan kriteria agama yang benar.

Dari hasil googling, aku jumpai sebuah artikel yang mengandung lima “kriteria agama yang benar”. Marilah kita periksa kriteria-kriteria tersebut satu demi satu, dengan akal telanjang kita. Read More »

Articles

Tidak ada bukti tentang tuhan, lantas bagaimana dong?

In bukti, keberadaan, keberadaan tuhan, ketuhanan, Mahacinta, Mahatahu, sifat tuhan on 22 April by Prof. Idiot Ditandai: ,

is there a GodMenurut akal telanjangku, tidak ada bukti bahwa Tuhan itu ada. Namun, tidak ada bukti pula bahwa Tuhan itu tidak ada. Jadi, mungkin saja Tuhan itu ada, mungkin pula tidak ada. Oleh karena itu, diriku perlu terbuka terhadap dua kemungkinan ini.

[1] Seandainya tidak ada sesuatu yang bisa kusebut sebagai “tuhan”, bagaimana kujalani hidupku supaya hidupku bermakna? Read More »

Articles

Selamat Datang, Selamat Memilih

In blog on 21 April by Prof. Idiot Ditandai:

Teliti Sebelum Memilih
Selamat datang di blog Teliti Sebelum Memilih. Untuk mengenal blog apakah ini, silakan simak halaman About. Selanjutnya, silakan memilih menu-menu polos yang tersedia sebagaimana terpampang di bagian atas halaman ini. Terima kasih.