Posts Tagged ‘Artikel Polos’

Articles

Pencari Kebenaran Agama Yang Jujur

In agama,kebenaran agama on 8 Agustus oleh Prof. Idiot Ditandai: , ,

Kalau jujur, ulama yang paling alim pun mengatakan, “Allah sajalah yang Mahatahu (lebih tahu).” Karena merasa tidak tahu, ia pun terus belajar, sehingga makin alim. Namun orang bodoh akan membohongi diri dengan berkeyakinan, “Aku lebih tahu daripada orang lain bahwa inilah yang benar dan itulah yang salah.” Karena merasa tahu, ia pun tak mau belajar lagi, sehingga makin bodoh. Inilah kesimpulanku dari tanya jawab berikut ini.

SAYA punya pertanyaan yang dari dulu selalu bernaung dipikiran saya. Pertanyaan tersebut adalah mengapa sejak dulu tidak ada Nabi yang berasal dari para ‘pemuka agama’. Kita mengetahui bahwa umumnya para Nabi berasal dari orang-orang biasa. Maksud “biasa” disini bagi saya adalah mereka bukan dari para pemuka agama yang berkutat dengan keagamaan dalam kehidupannya sehari-hari. Contohnya Nabi Musa adalah seorang raja, Nabi Isa adalah seorang pengembala domba, Nabi Yusuf adalah seorang budak yang kemudian menjadi raja. Nabi Muhammad SAW adalah seorang pedagang.

Apa yang salah dari para pemuka agama yang hidup di jaman kenabian sehingga tidak ada yang dipilih menjadi Nabi? apakah karena para pemuka agama sangat yakin dengan apa yang dipegangnya sehingga ia merasa tidak perlu lagi mencari kebenaran? Apakah karena diri mereka sudah “penuh” sehingga tidak ada celah untuk pencerahan?

Berbeda dengan para Nabi yang kehausan akan jati dirinya. Nabi Ibrahim menyendiri dibukit Thur untuk mencari Tuhan-Nya, Nabi Musa menyendiri di Gunung Sinai untuk mencari Tuhan-Nya, begitu juga dengan Nabi Muhammad SAW yang berdiam di Gua Hira.

Pertanyaan diatas juga membawa saya pada pertanyaan baru, yaitu pola seperti apa yang baik dalam beragama? apakah seperti Para Nabi yang walaupun tidak begitu terikat pada dogma agama tetapi Mereka selalu mencari dan mencari arti dari segala sesuatu sehingga menghantarkan Mereka menuju Pencerahan. Atau apakah seperti para pemuka agama yang begitu kuat dan yakin bahwa mereka sudah dalam kebenaran sehingga tidak perlu lagi mencari kebenaran.

Wassalaam,

–Dimas Tandayu–

Jawaban Herry Mardian:

Read More »

Iklan

Articles

Mimpi Yang Paling Religius

In mimpi,pengamalan ilmu,pengetahuan,religius,renungan,tidur on 5 Agustus oleh Prof. Idiot Ditandai: ,

Nasrudin sedang dalam perjalanan dengan pastur dan yogi. Pada hari kesekian, bekal mereka tinggal sepotong kecil roti. Masing-masing merasa berhak memakan roti itu. Setelah debat seru, akhirnya mereka bersepakat memberikan roti itu kepada yang malam itu memperoleh mimpi paling religius. Maka tidurlah mereka.

Pagi harinya, saat bangun, pastur bercerita: “Aku bermimpi melihat kristus membuat tanda salib. Itu adalah tanda yang istimewa sekali.”

Yogi menukas, “Itu memang istimewa. Tapi aku bermimpi melakukan perjalanan ke nirwana, dan menemui tempat paling damai.”

Nasrudin berkata, “Aku bermimpi sedang kelaparan di tengah gurun, dan tampak bayangan nabi Khidir bersabda ‘Kalau engkau lapar, makanlah roti itu.’ Jadi, aku langsung bangun dan memakan roti itu saat itu juga.”

Articles

Kisah seorang idola yang mengejar seorang perempuan

In idola,pengamat,pengambilan kesimpulan,pengetahuan,perempuan on 4 Agustus oleh Prof. Idiot Ditandai: ,

wanita berlariSuatu hari, si Fulan melihat idolanya mengejar seorang perempuan. Tiba-tiba seorang perempuan lainnya melintas di depannya. Lalu ia pun mengejar si perempuan.

Melihat itu, seorang pengamat merasa geram. “Mengejar perempuan? Menjijikkan!”

Lantas sang pengamat menemui si Fulan dan bertanya: “Mengapa kau mengejar perempuan itu? Apa kau tidak tahu bahwa perilaku seperti itu menjijikkan?”

Si Fulan: “Itu tidak menjijikkan. Saya mengejar perempuan itu karena meniru idola saya. Saya telah melihat dia mengejar seorang perempuan. Perilaku idola tidak mungkin menjijikkan.”

Sang pengamat merasa geram. Ia tidak sepaham. Dia merasa heran mengapa seorang idola mengejar seorang perempuan. Baginya, bila perbuatan menjijikkan dilakukan oleh seorang idola, maka sang idola itu sebenarnya tidak pantas menjadi idola.

Sesaat kemudian, sang pengamat bertemu dengan sang idola. Karena merasa geram, tanpa basa-basi ia berkata, “Anda tidak pantas jadi idola.”

Sang idola merasa heran. Ia bertanya, “Mengapa Anda berkata begitu?”

Read More »

Articles

Prinsip Hidupku: Bukan lagi Pancasila, tapi Saptasila

In jalan hidup,Pancasila,pengembangan diri,prinsip hidup,Saptasila on 9 Mei oleh Prof. Idiot Ditandai: ,

Saptasila: tujuh titik seimbangAsyik juga ternyata, kalau kita bisa merumuskan prinsip hidup kita. Dengan adanya rumusan prinsip hidup kita, hidup kita jadi lebih terarah. Walhasil, kita bisa menjalani hidup dengan lebih lancar dan lebih bermakna.

Read More »

Articles

Inilah Agama Yang Pasti Benar

In agama,agama yang benar,Agnotisisme,Buddha,Hindu,Humanisme,Islam,Katolik,kebenaran agama,Kong Hu Chu,Kristen,Universalisme Tauhid,Yahudi on 27 April oleh Prof. Idiot Ditandai: ,

Manakah agama yang pasti benar? Dengan kata lain, berdasarkan kriteria agama yang benar, manakah agama yang mendorongku untuk senantiasa bersungguh-sungguh mencari kebenaran? Apakah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Kong Hu Chu, Yahudi, Humanisme, Agnotisisme, Universalisme Tauhid, atau apa?

Untuk lebih memahami jawabanku, engkau perlu menyimak lebih dahulu artikelku terdahulu, “Akhirnya, kutemukan agama yang pasti benar“. Kalau sudah, baiklah. Berikut ini jawabanku terhadap pertanyaan tadi.

Read More »

Articles

Akhirnya, kutemukan agama yang pasti benar

In agama,agama yang benar,definisi agama,kebenaran agama,kriteria,pendidikan agama,renungan on 26 April oleh Prof. Idiot Ditandai: ,

religions symbols Untuk menemukan seseorang, kita perlu tahu lebih dahulu ciri-ciri khasnya. Untuk menemukan agama yang benar, kita perlu tahu lebih dahulu kriteria agama yang benar. (Lihat “Manakah agama yang benar?“. Untuk alternatif lain, lihat “Kisah Nyata: Mencari Jalan Hidup Yang Benar dengan Hati Nurani“.)

Setelah berminggu-minggu, berbulan-bulan, dan bertahun-tahun mencari, aku sudah menemukan “kriteria” agama yang benar. Sudah pula kujumpai agama yang memenuhi kriteria tersebut. Dengan kata lain, sudah kutemukan agama yang pasti benar. Berikut ini penjelasanku.

Read More »

Articles

Manakah agama yang benar?

In agama,agama yang benar,akal telanjang,kebenaran agama,keberadaan tuhan,ketuhanan,kriteria,pikiran polos,sifat tuhan on 23 April oleh Prof. Idiot Ditandai: ,

Sejak lahir, tahu-tahu aku “sudah beragama” sesuai dengan agama yang dianut oleh orangtuaku. Apakah beragama dengan cara begini dapat kupertanggungjawabkan? Tidak. Aku harus mencari agama yang benar dengan akal sehatku dan hati nuraniku. Mungkin saja agamaku selama ini sudah benar, mungkin pula belum benar. Aku perlu menyelidiki semua agama, membandingkannya satu sama lain dengan seobjektif mungkin, sebelum kupilih agama yang paling tepat bagiku. Untuk itu, aku perlu tahu lebih dahulu akan kriteria agama yang benar.

Dari hasil googling, aku jumpai sebuah artikel yang mengandung lima “kriteria agama yang benar”. Marilah kita periksa kriteria-kriteria tersebut satu demi satu, dengan akal telanjang kita. Read More »