Posts Tagged ‘Kutipan Polos’

Articles

Religion is … (Agama adalah …)

In agama on 21 Agustus oleh Prof. Idiot Ditandai: ,

Religion is to do right. It is to love, it is to serve, it is to think, it is to be humble.
(Agama adalah berbuat baik. Agama itu mencintai, melayani, berpikir, dan rendah hati.)

Ralph Waldo Emerson

Iklan

Articles

Pencari Kebenaran Agama Yang Jujur

In agama,kebenaran agama on 8 Agustus oleh Prof. Idiot Ditandai: , ,

Kalau jujur, ulama yang paling alim pun mengatakan, “Allah sajalah yang Mahatahu (lebih tahu).” Karena merasa tidak tahu, ia pun terus belajar, sehingga makin alim. Namun orang bodoh akan membohongi diri dengan berkeyakinan, “Aku lebih tahu daripada orang lain bahwa inilah yang benar dan itulah yang salah.” Karena merasa tahu, ia pun tak mau belajar lagi, sehingga makin bodoh. Inilah kesimpulanku dari tanya jawab berikut ini.

SAYA punya pertanyaan yang dari dulu selalu bernaung dipikiran saya. Pertanyaan tersebut adalah mengapa sejak dulu tidak ada Nabi yang berasal dari para ‘pemuka agama’. Kita mengetahui bahwa umumnya para Nabi berasal dari orang-orang biasa. Maksud “biasa” disini bagi saya adalah mereka bukan dari para pemuka agama yang berkutat dengan keagamaan dalam kehidupannya sehari-hari. Contohnya Nabi Musa adalah seorang raja, Nabi Isa adalah seorang pengembala domba, Nabi Yusuf adalah seorang budak yang kemudian menjadi raja. Nabi Muhammad SAW adalah seorang pedagang.

Apa yang salah dari para pemuka agama yang hidup di jaman kenabian sehingga tidak ada yang dipilih menjadi Nabi? apakah karena para pemuka agama sangat yakin dengan apa yang dipegangnya sehingga ia merasa tidak perlu lagi mencari kebenaran? Apakah karena diri mereka sudah “penuh” sehingga tidak ada celah untuk pencerahan?

Berbeda dengan para Nabi yang kehausan akan jati dirinya. Nabi Ibrahim menyendiri dibukit Thur untuk mencari Tuhan-Nya, Nabi Musa menyendiri di Gunung Sinai untuk mencari Tuhan-Nya, begitu juga dengan Nabi Muhammad SAW yang berdiam di Gua Hira.

Pertanyaan diatas juga membawa saya pada pertanyaan baru, yaitu pola seperti apa yang baik dalam beragama? apakah seperti Para Nabi yang walaupun tidak begitu terikat pada dogma agama tetapi Mereka selalu mencari dan mencari arti dari segala sesuatu sehingga menghantarkan Mereka menuju Pencerahan. Atau apakah seperti para pemuka agama yang begitu kuat dan yakin bahwa mereka sudah dalam kebenaran sehingga tidak perlu lagi mencari kebenaran.

Wassalaam,

–Dimas Tandayu–

Jawaban Herry Mardian:

Read More »

Articles

Inilah PENGGANTI ISLAM sebagai Agama Menurut Al-Qur’an!

In agama,kebenaran agama on 3 Agustus oleh Prof. Idiot Ditandai:

Saran untuk “kembali ke Alquran” ternyata membawaku menuju suatu hasil yang DI LUAR DUGAAN. Mau tahu? Silakan simak artikel di bawah ini:

Karena kecewa menyaksikan orang-orang muslim yang menurutku kurang islami, aku mempertanyakan “Manakah Islam yang sebenarnya?” Dari sini, kemudian tiba-tiba aku mempertanyakan: “Apakah Islam agama sesat? Perlukah aku murtad?” Lalu terhadap pertanyaan ini, aku diberi saran yang sama oleh pihak yang hendak mencegahku murtad dan pihak yang berusaha membuatku murtad. (Lihat artikel ‘Aneh! Aku Diminta “Kembali ke Alquran” Supaya Murtad!‘)

Dini hari tadi, ketika aku merenung dalam rangka mengikuti saran mereka tersebut, aku merasa mendapat ilham dari Tuhan karena mendapat jawaban yang baru. Dengan kembali ke Al-Qur’an dan Al-Hadits, kutemukan agama pengganti Islam. Kini, sudah kutemukan tiga nama yang lebih baik dan lebih sempurna daripada Islam sebagai agama. Tiga nama itulah yang kini sedang kupertimbangkan sebagai nama agamaku yang baru. Dapatkah kau menebaknya? Baca Lebih Lanjut …

M Shodiq Mustika ™

Articles

Karena kurang tidur, aku akan cepat mati; nggak pa pa, ‘kan?

In kematian,kesehatan,menuju kematian,pengembangan diri,tidur on 6 Mei oleh Prof. Idiot Ditandai: ,

Orang yang tidur kurang dari enam jam, memiliki kemungkinan 12% mati lebih cepat dibandingkan mereka yang tidur selama 6 hingga 8 jam. Studi dari University of Warwick dan Federico II University Medical School, Italia menyediakan bukti langsung antara durasi tidur yang pendek serta peningkatan kemungkinan mati muda.

Penelitian ini juga mencatat bahwa tidur terlalu lama (lebih dari 9 jam tiap malam) dapat menyebabkan kekhwatiran serupa. Namun, tidak seperti tidur dalam jumlah waktu sedikit, tidur dalam jumlah yang banyak tidak langsung menyebabkan risiko kematian, namun kenaikan signifikan dari penyakit yang serius dan fatal.

inilah.com, “Awas, Tidur Kurang dari 6 Jam Cepat Mati!”

Oh ya, begitukah? Selama ini berapa lamakah aku tidur setiap harinya? Aku hampir tak pernah menghitungnya. Selaku orang yang bekerja di dalam rumah secara menyendiri, aku tidak terikat oleh jam kerja. Tidurku jadi tak menentu. Pokoknya, aku tidur hanya bila merasa mengantuk, kelelahan, atau sakit. Bila tubuh terasa segar, pikiran polosku mengatakan bahwa lebih baik aku menggunakannya untuk kegiatan yang produktif.

Kadang tidurku 6 jam, kadang 3 jam, kadang 30 menit. Sesekali aku tidak tidur sampai dua atau tiga hari, tapi pernah pula sekali tidur sampai 10 jam.

Kalau memang selama ini ketidakteraturanku dalam tidur itu membuat diriku cepat mati, aku rela. Daripada berumur panjang tapi merepotkan orang lain, cepat mati tapi produktif, nggak pa pa, ‘kan?